OBSESI CANTIKKU !

•Februari 25, 2009 • 1 Komentar

Ketika menanggalkan seragamku, aku takut tidak cantik lagi. Katanya, anak perempuan terlihat cantik dengan seragam sekolahnya. Seragam SD ? ya, aku terlihat sangat bersemangat dengan warna merahnya. Seragam SMP ?aku menginjak masa puber saat itu, (aku mencap bahwa aku tidak puber lagi sekarang). Aku harus membawa semua ketenangan bersamaku dan kreativitas dengan warna birunya, walaupun agak gelap. Maksudku, warna birunya yang gelap. BUKAN AKU. Tadi kan aku berkata bahwa aku tenang. Seragam SMA ?syukurlah, aku masih cantik sampai sekarang. Aku mengenakan rok abu-abu. Katanya warna abu-abu itu suram?tidak menurutku, aku merasa berkembang selama aku mengenakannya. Walaupun warnanya memang suram,(sekali lagi, bukan aku)karena makin memudar. Apakah pemudaran itu menandakan aku akan segera menanggalkannya? Sesungguhnya, aku ingin!

Memang bukan saatnya aku terlihat cantik dengan seragam sekolah lagi. Tapi aku harus membuktikan bahwa aku memang selalu terlihat cantik. Dengan apa ? dengan perbuatan,sikap, atau tingkah laku. Ya, ketiganya sama saja, aku rasa. Sejak dulu sampai sekarang, aku ingin menjadi seperti seorang putri, menurutku, ia cantik dan pintar, benar? Seorang putri memang tidak pernah sempurna. Aku juga ingin berteman dengan pangeran dan putri-putri lainnya. Dengan teman-temanku sekarang, ya.. semuanya sudah banyak. Aku sungguh menemukan semuanya, semua karakter putri dan pangeran. Sungguh, aku senang bersama mereka.

Saatnya aku menemukan yang lain di luar sana, tanpa seragam sekalipun. Aku tidak melihat bahwa masa setelah wajibsekolahsembilantahun adalah mudah. Tunggu, aku rasa aku overdosis dengan sekolah. Hey, aku lebih dari sembilan tahun duduk di bangku sekolah. Dan aku menganggap waktu selama itu adalah wajib. Mungkin itu adalah obsesi setiap orang tua, menempatkan anaknya di bangku sekolah yang boleh di bilang tahapnya berjalan, tidak boleh melompat (TK dulu, lalu SD, setelahnya SMP, selanjutnya SMA, kemudian KULIAH). Itu tentu agar mereka pintar,peka, cerdas, tanggap, dan banyak obsesi lain yang muncul setelahnya. Orangtuaku sepertinya selalu menahan untuk mendeklamasikan obsesinya. Mungkin mereka menunggu aku menjadi anggota badan legislatif. Dan hal itu tidak aku ingingkan, tentu juga mereka. Aku selalu mau tahu apa yang orangtuaku inginkan. Sayangnya, aku tidak bisa menguping melewati pulau. Aku tahu kok, mereka menginginkan obsesiku, bukan obsesi mereka. Aku pun berpikir demikian. bolehkan ?

this is for YOU

•Februari 25, 2009 • 1 Komentar

zaky-wafy-web

Fatimah Muthahirah, sejauh yang aku tahu, nama belakangnya sama dengan aku. Kalau dasarnya ikut-ikutan, pasti aku yang ikut-ikutan. Aku berharap tidak berdebat dengan ayah (kenapa dia memberiku nama belakang yang sama denganmu) karena namaku yang membara di medan perang, Mutia. Syukurlah selanjutnya aku tahu kalau itu berarti taat. Walau namaku demikian, aku tidak sepertimu, berani. aku tidak mengambil keputusan secepatmu. Aku bahagia karena sebagian besar kelebihan yang aku inginkan, Tuhan berikan padamu. Jadi, aku bisa kecipratan (aku benar-benar menginginkan tidak sekedar cipratan). Kau juga layak mendapatkannya. Coba bayangkan kalau aku yang jadi kakak dan adik-adik menjadikan aku sebagai contoh?

Dan aku tidak pernah merasa lebih dewasa darimu.

I AM CUDDLE(ING)

•Februari 14, 2009 • 1 Komentar

 

You stand by, while he lies – then turn right ‘round and forgive’

Gue pernah baca sebuah untaian dan telah gue beritahukan ke teman of air?gue. di situ tertera bahwa, jangan terlalu sering meminta maaf , nanti kau terbiasa melakukan kesalahan. Gue beberapa kali memikirkan opini ini. Bener engga si? Dari gue ada tambahan, kalau lo ga terbiasa meminta maaf, sebaiknya lo biasain. Kalau engga, lo bakal rugi banget. Pernah ngerasain engga, waktu kesalahan itu bukan lo yang perbuat,tapi lo yang minta maaf ? itu mungkin tulus banget, tapi terdengar bergetar, bergetar waktu ngomongnya, karena mikir, gue ikhlas engga sih?atau diri gue sedang berpura-pura jadi malaikat yang berusaha membawa ketenangan bagi orang lain?.menurut gue, itu sama sekali tidak menjatuhkan diri sendiri atau berpikir orang akan menganggap kita telah menjelma menjadi orang yang downhearted,muram dan menganggap semua kesalahan ada pada kita.

Hey, lo emang engga bakal jadi malaikat pada saat itu, tapi percaya ! malaikat bakal nyatet (i beg your pardon) itu di dalam bukucatatanbaik.

Sekarang gue agak ragu, gue mau pendapat tanpa desakan dari kalian.(tampaknya sudah ada orang yang kurang yakin dengan hal ini)

Percaya engga sih? kalau kita ikhlas akan sesuatu, semua pun bakal mengikhlaskan kita.heu,.

maksud gue, semua akan meneguhkan hati kita seperti teguhnya hati kita untuk ikhlas. Keteguhan untuk senantiasa berbuat baik kepada orang lain,teguh untuk belajar,teguh untuk berusaha dan bekerja keras. Kalau engga teguh, lo akan terombang-ambing (itu tu, yang kayak di duFan).

Kalau ikhlas, kita akan senantiasa bahagia,lebih dari itu.. membahagiakan orang lain. Ingat, bahagia itu kayak air, gampang dapat cipratannya. Makanya jangan dibikin susah…makin lama ikhlasnya,makin lama bahagianya dan engga akan dapat cipratannya. Bakal ketang… cipratan air di lobang jalan.mau ?

Pernah engga lo menyelematkan diri orang lain? Ingat, bukan menyelematkan diri (dari) orang lain.

Bentuknya bisa jadi menyelamatkannya dari hampir mati… atau menyelamatkan jiwanya agar tidak mati mendadak. Bagus kalau lo uda pernah melakukan yang pertama. Kalau belum, jangan nyuruh teman lo masukin headset ke hidung lalu dorong sampai tangkainya, (lalu) dengan gagahnya lo melakukan penyelamatan terencana.

Cobalah menyelematkan jiwa orang lain dari tekanan menjadi ketenangan, dengan hal yang mungkin engga akan pernah dia lakuin buat lo.

PowerRanger itu dibilang hebat karena dia menyelamatkan orang lain tanpa harus mendapat pengalaman penyelamatan dari orang lain terlebih dahulu.

I WILL ALWAYS (…) YOU AT MY FACE

•Februari 13, 2009 • & Komentar

 

Ayah, tulisan-tulisanku begitu singkat, terlihat seperti orang yang sibuk, tetapi tidak. Aku hanya meninggalkan belajar untuk dua tesku besok. Tidak, aku tidak ingin pulang sekarang. Aku juga tidak ingin memintamu menghubungiku hanya untuk berkata, bolehkahakubelajardikamarkusajahariini?

Masih ingat dulu ?aku merengek setiap akan pergi les, jika kau terlambat mengantarku. Tahukah kau betapa deg-degannya aku kalau tidak hadir untuk les? Dan akhirnya aku bertemu dengan” teman”ku di sana. Teman yang pernah aku sering ceritakan dan akhirnya kau menanyakan padaku dengan agak memaksa sehingga aku menangis.. i really miss him, when i see” another” face of him.

Ayah, aku semakin mahir dan semakin lincah. Aku belajar kok, tapi agak berbeda dengan dulu. Aku tidak lagi membuat rangkuman biologi di atas dua buku folio besar dan berat itu, yang membuat kau harus menungguku semalaman, sampai mulutmu keram memberi aku semangat.

Aku akan menghadapi ujian nasional ayah. Agak berat untukku, tanpamu. Aku sekarang ingat bagaimana dengan gencarnya kau menasihatiku untuk belajar ketika smp dulu.

Aku suka belajar kok.

To my lovely mother :

Mom, i have no idea. I just wanna write tonight.

I JUST KNOW..

•Februari 13, 2009 • 1 Komentar

Ku korek kuping kanan, tetap terdengar.

Ku congkel mata kiri, tetap terlihat.

Ku tanggalkan kedua kaki, langkahnya genting.

Thanks God, telah memberi aku banyak kekurangan,jadi aku tahu apa yang harus aku perbaiki.

beberapa waktu yang lalu..

•Januari 24, 2009 • & Komentar

ibu, itu yang kotak kotak apa.
ini kuis. ada yang mau poin ??
hadiahnya makan siang ya buu
tiba tiba imam datang,
saya mau isi bensin sama ganti oli aja buu.
hueh.

3rd JAN

•Januari 3, 2009 • & Komentar

jadi-21

Ini teh tahun baru

•Januari 3, 2009 • 1 Komentar

Tahun baru,

ennnnnggg, gue tidur waktu malam tahun baru. Sama sekali ga lihat kembang api!. Ya, walaupun gue sempat kebangun. Tapi karena ngantuk tak kunjung usai, “ya sudahlah, biarkan saja.”eh, besoknya gue kira tahun 2010, pas liat salah satu sms,”selamat tahun baru 2009”, baru ngeh gue.

Keesokan paginya, “eh mut, semalam teteh bangunin. Muti.. muti .. lihat kembang api. Mutinya ga bangun bangun.akhirnya teteh ngeliat kembang api sendirian di atas”kata teteh dengan semangatnya. “oh gitu ya, ga nyadar sama sekali teh.” (padahal sebenarnya gue ga mau bangun tuh karena beranggapan ga ada yang bangun juga di rumah, jadi bareng bareng ajalah ga liat kembang apinya. Eh, ternyata..)

Di malam tahun baru, gue tidur, artinya: gue ga akan berhenti bermimpi tahun ini.

Tapi kayaknya gue ga mimpi deh waktu tidur itu, engggggg berarti artinya: gue ga boleh cuma terus terusan bermimpi, tapi harus di barengi juga dengan usaha, agar mimpi mimpi gue itu terwujud tahun ini.

Kata bokap gue beberapa hari yang lalu : “setiap orang itu punya cita-cita, ditulis cita-citanya. Salah satu cara agar cita-citanya terwujud, ditulis!”

Salah satu perkataan seorang aktris indonesia yang paling gue setuju adalah komentarnya tentang tahun baru ini, yaitu TETAP SEMANGAT.

Semua pulang, liburan sendiri.

•Januari 3, 2009 • & Komentar

Siapa bilang liburan sendiri itu tidak menyenangkan?

Gue merasa baik baik saja sampai saat ini. Gue masih bisa sms, telfon orang orang terdekat gue. Ya, walaupun makan menjadi dua kali sehari karena gue punya tempat makan baru sekarang, warung sunda. Porsi nasinya banyak banget, alhamdulillah. Gue ingat waktu pertama kali beli makan di warsun, beli ikan goreng sama nasi. Dan uang gue ga cukup, ha ha. Akhirnya gue harus pulang dulu buat ngambil uang. Dan gue rada sebel dan sakit hati pada saat itu, soalnya kemahalan! Eh, sekarang malah gue terus terusan beli di situ. Dan tau ga, ibunya baik banget, gue malah dikasih bonus waktu malam tahun baru. Setiap gue datang, “eh eneng..”ramah banget.

Suatu malam, gue nonton dvd, kosan sepi banget.. suasana henig. ibu lagi ke bogor. Di luar pasti gelap banget, dan gue belum berani buat keluar kamar. Tiba-tiba ada suara, muti…tapi cuma sekali doang. Gue ingat perkataan enna, hati-hati kalau ada yang manggil. Jangan langsung nengok, kalau tiga kali terus nyatanya ga ada, katanya kita bakal sakit. Suasana masih hening. Lalu ada suara lagi, muti.. wah beneran suara orang tuh, pikir gue. Tanpa berpikir panjang, gue langsung beranjak. Dan siapa yang gue lihat ??

Teteh.. waaaaaaahhh asyik. asyik.

Inilah orang yang gue tunggu-tunggu, bahkan sebelum liburan. Jadilah, kami menjalani liburan bersama. Salah satu kisah serunya, waktu teteh mendengar siaran sebuah radio. Ada sebuah tips, “ibu-ibu, kalau ada bak kamar mandi yang hitam, noda membandel, coba bersihkan pakai citrun lalu pakai rinso”, ujar seorang ibu seperti diceritakan teteh. “terus, teteh sms, kalau lantai yang hitam bekas porstex bisa ga bu? Kata ibunya, coba saja bu, namanya juga lantai keramik, selamat mencoba”. Inilah teteh yang penuh semangat, teteh langsung berseru, muti.. muti.. sini, ayo kita coba. Emang ada noda membandel dan menghitam di teras kamar. Lalu, ambil air digayung masukin citrun, taburkan bumbunya (detergen),sikaatt! jadilah lantai itu putih bersinar. Dan akhirnya kami menyikat semua lantai di depan kamar bawah. Kussrekkk , kussreek , kusssrreekk. Eh, ibu ngeliat, pas ada ibu RT. Dan bu RT terinspirasi buat mencoba. Murah dan tepat, iya ga ?

Aksi dan reaksi itu selalu berhubungan. Sepertinya, karena pada saat itu kedua tangan gue beraksi menyikat dengan semangatnya sehingga otot-otot bahu gue bereaksi, jadilah gue make koyo dua malam ini.

para pejuang

•November 1, 2008 • 1 Komentar

mereka adalah pejuang. orang – orang yang mau memberi perubahan. mereka berani. baik buruknya, resiko tetap mereka akui kepemilikannya. tanpa mereka sadari mereka telah menanamkan setiap semangatnya kepada generasi mendatang. walaupun merekapun tau bahwa awalnya tidak seindah itu. semangat memang bisa dipupuk, walaupun tidak bisa dilihat. tapi akhir yang diperjuangkan memang selalu indah.

oh ya, tidak semua pejuang berani mati.. tapi orang yang tidak takut mati justru menjadi tonggaknya. tonggak semangat. .