berteori soal CINTA*

cinta tidak melulu soal…

seberapa sering kita memberi perhatian.

seberapa banyak pengertian yang kita berikan.

seberapa ingat kita dengan hari hari penting dia.. atau.. hari jadi.

seberapa berarti hadiah atau barang barang lain yang kita berikan.

seberapa sering kita hadir saat dia butuh.. secara langsung maupun tidak langsung.

cinta butuh setia…

setia untuk mengasihi dia..

walaupun dia tidak tau kalau kita sayang sama dia-

setia untuk berbahagia karena kebahagiannya..

butuh pengorbanan memang, tapi cinta itu tidak egois-

Setia mencintai dia.. walaupun (tampaknya) dia sering lupa sama kita

kita tidak pernah benar benar tau kalau dia lupa sama kita-

setia untuk mengajarinya tentang hidup.

terkadang kita lebih jeli melihat apa yang ia butuhkan-

Setia untuk tertawa dengannya.

Tertawa bisa meringankan bebannya, walau dia sebenarnya tidak ingin tertawa-

Setia untuk tidak meminta apapun darinya.

Walaupun banyak hal yang kita inginkan-

Setia untuk berjalan bersamanya.

Berjalan sendiri adalah salah satu hal tersulit-

Setia untuk tersenyum.

Walaupun ia menolak-

 

cinta bukan sesuatu yang kita akui pada seseorang lalu kita abaikan pada yang lainnya. Kita bisa mencintai banyak orang, banyak hal, dengan cara yang berbeda.

cinta bukan sesuatu yang kita butuhkan beberapa lama.. lalu kita jadikan barang bekas di kemudian harinya..

adalah dua hal yang berbeda.. hidup dengan pasangan? atau hidup dengan cinta?

Itu makanya ada orang yang bisa hidup tanpa pasangan, namun tidak bisa hidup tanpa cinta.

Itu makanya ada orang yang bisa hidup dengan mencintai seseorang, walaupun mereka tidak pernah jadi pasangan.

Terlalu banyak memang. Tapi tidak bisa dinilai dengan apapun. Sama seperti kadarnya yang tidak bisa dinilai seberapa banyaknya. Karena yang ada bukan banyak atau sedikitnya. Tapi YA atau TIDAK.

Dapatkah aku seperti itu?

 

-sebelum memilih sesuatu untuk dicintai, beberapa orang melihat teorinya, beberapa mengalir dengan akal-

 

 

 

4 thoughts on “berteori soal CINTA*

  1. mungkin aku belum pernah benar-benar mencintai seseorang. cintaku-setidaknya yang selalu ada di pikiranku-masih terlalu egois dan banyak menuntut. kapan yah bisa benar-benar mencintai..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s