beberapa waktu yang lalu, gue merasa hidup gue ga tenang, termasuk ketika memasuki bulan Ramadhan. Rasanya ada sesuatu yang belum terselesaikan, dan gue tau pasti, apa itu. Hanya gue jarang mau mengakuinya, walaupun keresahan gue ini kian nampak.
Seseorang telah gue anggap sangat bersalah dan kesalahannya itu ga bisa ditolerir. Dalam ucapan, mungkin gue dengan mudah memaafkan. Tapi sebenarnya gue masih berat hati. Lama kelamaan, perasaan ini berubah jadi kebencian. Permintaan maaf dia gue anggap ga cukup untuk mengobati sakit hati gue. Gue butuh pengakuan yang jujur. Karena dia ga kunjung melakukannya, gue anggap dia mengiyakan perbuatan itu.
Memendam kebencian terhadap seseorang, ga pernah membuat gue tenang. Diam – diam gue selalu memikirkan itu, apalagi di waktu diam. Gue juga terlanjur mengungkapkan kebencian gue itu ke sahabat – sahabat gue. itu pun ga membuat gue puas.
Sesungguhnya gue sangat ingin memaafkan dia, tanpa ada pikiran lagi tentang hal yang dia perbuat. Ada perasaan bersalah telah membenci seseorang, walau dia ga tau sekalipun. Nyatanya, gue ga pernah menunjukkan kebencian gue ke orang itu. Tapi melupakan begitu saja, adalah hal yang kurang mungkin.
gue sempat nanya ke beberapa teman terbaik gue perihal memaafkan. Ada yang bilang,
jangan tunjukkan kalau kamu lemah di depan dia, berhenti bersikap baik.
maafkanlah, tapi itu tetap tidak bisa ditolerir.
Gue sangat paham dengan kepedulian mereka.
Teman yang pertama, ga pengen gue dipermainkan. dia ingin gue terlihat kuat di depan orang itu. Teman yang kedua, ga pengen gue menyimpan benci. Sebab itu tidak diajarkan di agama manapun. Gue setuju dengan keduanya, tapi hati gue masih bergejolak.
Gue juga sempat browsing quotes tentang forgiveness. Itu pun ga memuaskan gue.
sampai pada suatu hari, gue bertekad untuk mengikuti kata hati gue. gue tanggalkan semua yang membebani pikiran gue. Ga peduli lagi dengan sebab – sebab gue kesal , yang penting gue tenang. Gue hubungi dia seperti seorang teman yang akrab.
Setelah itu, luar biasa.. Gue benar – benar merasa lega dan bebas dari perasaan bersalah –telah membenci seseorang. Walaupun hal itu gue lakukan tanpa dalil.
Beberapa hari setelahnya, gue menemukan buku berjudul ‘Tafsir Kebahagiaan’. Buku ini memberi pemahaman baru buat gue, terutama soal memaafkan orang lain.
ada sebuah perkataan dari seorang guru besar,
Jadilah seorang pemaaf. Sebab, kebaikan maaf ternyata justru berpulang kepada diri kita, yaitu mengobati rasa sakit hati. Saya yakin, orang yang mudah memaafkan adalah orang yang hidupnya bahagia. Sebab, memaafkan tidak lahir kecuali dari hati yang bahagia.
Setelah gue balik halaman – halaman berikutnya, gue menemukan ini.
Rasulullah bersabda,
Dugalah perilaku seseorang dengan hal paling baik sampai kau yakin keburukannya benar – benar terbukti di matamu. Jangan pernah menilai buruk ucapan seseorang sampai kau tahu alasan kenapa ia mengucapkannya.
Well, mungkin sudah saatnya kita ga lagi menjadikan suatu peristiwa sebagai penghambat dalam hari – hari kita. Menjalin hubungan baik dengan orang lain adalah salah satu kunci sukses dalam hidup. Perasaan kecewa adalah hal yang biasa namun memang sulit untuk diterima. Orang mungkin melakukan salah terhadap kita, dan kita jauh lebih mungkin melakukan salah terhadapnya. Tapi ingat juga, selalu ada cara untuk membuat segala sesuatunya lebih baik. Temukan caramu, dan berbahagialah..!

Aslm Alaik Wr.Wb.
bagus tulisan2nya apalagi kalo disamping di kasih sistem kategori supaya para pembca yg ingin menikmati tulisan2 Lainx gampang cari judulnya yg sesuai keinginan hati
but so Far Very Good Writing
Tetaplah Menulis dgn menebar pengetahuan dan renungan dan lain lain
Salam Bloger ATKP hehehehehe……
waalaikumsalam..
iya.. makasih.. salam kenal..
semangat blogging ! hehe…
syukurlah klo udh bsa tenang… apalg bsa menemukan kebahagiaan i2 kmbli… kta sebagai teman jg ikut senang… krna kta bukn tipe org yg senang liat teman susah…
comment yg sungguh2 mmbesarkan hati.. makasih cantik
i Like it
Jadilah seorang pemaaf. Sebab, kebaikan maaf ternyata justru berpulang kepada diri kita, yaitu mengobati rasa sakit hati. Saya yakin, orang yang mudah memaafkan adalah orang yang hidupnya bahagia. Sebab, memaafkan tidak lahir kecuali dari hati yang bahagia.
kereN kk’ kata-katanya
makasih ya..
salam kenal..
ayo semangat nulisnya…!