waktu itu ada praktikum. kita dibagi beberapa kelompok gitu, menurut absen. kebetulan – (bukan) – kenyataannya, gue berada di kelompok sekian. nomor absen gue – 11.
gue liat ke teman – teman sekelompok gue. agak beda dari biasanya. mereka ga begitu serius – tapi begitu tertawa, semua meledak. celinguk celingukan.. nyelip nyelip krna ga mau ditunjuk, atau males dengarin pengarahan. tapi mereka tetap dengan segenap rasa penasarannya. so, ada beberapa yang ga stay di kelompok ini. mereka menemukan sesuatu yang lebih menarik, di komputer yang bisa gerak gerak. ada yang dua dimensi, tiga,…ratusan! mereka suka menemukan sesuatu yang lebih hidup.
gue coba noleh ke kelompok di ruang sebelah, yang kebetulan pintunya dibuka, jadi kita bisa saling kedip kedipan. semua begitu menikmati penjelasan dari dosen, dengan segenap hati dan kesabaran, walaupun ada yang matanya jelalatan juga, karena kebetulan – “dahsyat” lagi main di tipi.
itulah kelompok gue yang jaman dulu. penuh dengan keseriusan dan tatapan sinis ke pelajaran yang lagi dijelasin. kalau dosennya ga bener, serasa pengen diajak tawuran.
baru kali ini gue ngerasain jadi orang nomor ke-sekian di absen. tapi gue enjoy.. sangat enjoy..
well, ga ada tuduhan dan tuntutan.. dan gue merasakan lucu lucunya belajar.
suatu penilaian akhir, dalam bntuk angka atau huruf, memang memberi kepuasan tersendiri. apalagi sesuatu itu dicapai dengan usaha sendiri. dengan itu, derajat kita bisa terangkat, ataupun anjlok serendah – rendahnya. tapi yang lebih berharga dari itu dan ga bisa dinilai (dengan angka atau huruf), adalah kebahagiaan. sesuatu yang gue rasakan saat bersama teman teman gue.
dengan semua teman – teman gue di sini, semua terasa ga jauh beda. kita ketawa sama –sama, marahan sama – sama, nyindir sama – sama. semuanya saling merangkul. tanpa kita sadari.. dibalik semua kekompakan yang berubah jadi perompakan.
ada pertanyaan baru baru ini yang sulit dijawab dengan tepat oleh teman teman gue, termasuk waktu ujian speaking.
pertanyaannya..
who is your bestfriend ?
ada yang jawab..
my family is my bestfriend.
my friends here, more than my bestfriend, they are my family.
teacher gue yang ga merasa puas dengan jawabannya, nanya lagi,
can you mention a name?
jawab : my classmates, all of them, are my bestfriends.
gue >> speechless! << dengan tampang melongo dan terharu. semoga dia dan teacher gue ga liat tampang gue yang tolol di ujian speaking kemarin gara gara topik ini.
ada ‘sesuatu banget’ antara gue dan mereka — walaupun dalam keadaan hati gue yang remuk, dan mereka yang terus menerus rusuh

so sweet… jd terharu… tapi emank rusuh sih klas itu… sangat malah…
memank kelas kita .. tidak bisa saya pungkiri. memang rusuhhhh.. hahahah
asekkkkkk skali mba muti,,,